Dari Saham ke Forex: Kenali Perbedaannya | Broker Forex Terbesar Indonesia

Anda pernah investasi atau trading saham et tertarik untuk mencoba trading forex? Ada beberapa hal penting yang perlu Anda pahami sebelum terjun ke pasar forex. Mari kita bahas perselisihan dan perbedaan antara saham dan forex.

Lot Ukraina

Baik saham dan forex sama-sama menawarkan satuan lot untuk memungkinkan jumlah transaksi. Bedanya, 1 lot saham sama dengan 100 lembar saham suatu perusahaan. Sedangkan dalam forex, 1 lot standar mewakili 100.000 ukuran kontrak, dan 1 lot mini (0,1 lot standar) mewakili 10.000 ukuran kontrak. Belum tahu apa itu ukuran kontrak? Yuk, pelajari dari Akademi MIFX.

Kepemilikan saham vs ukuran kontrak

Anggap Anda punya dana Rp10.000.000. Kemudian, Anda ambil 3 juta untuk membeli 1 lot saham sebuah perusahaan. Berarti, saat ini Anda punya total dana tunai 7 juta dan 1 lot saham perusahaan tersebut. Sisa dana 7 juta ini tidak akan terpengaruh pergerakan harga saham. Sementara, nilai saham Anda bisa naik atau turun, tergantung kondisi pasar. Jika perusahaan yang sahamnya Anda beli memiliki fundamental yang baik—biasanya saham-saham blue chip—kemungkinan nilai saham tersebut akan terus naik, sehingga Anda bisa mendiamkan 1 lot saham tadi untuk investasi jangka panjang. Anda bisa meraih keuntungan dengan menjual saham Anda tersebut dengan harga yang lebih tinggi dari harga beli pada tahun-tahun mendatang.

Dear kerja forex cukup berbeda. Jika Anda punya dana Rp10.000.000 (kurang lebih $715), lalu Anda ambil 3 juta (kurang lebih $215) untuk melakukan transaksi Beli atau Jual EURUSD, maka total dana tunai yang Anda miliki sekarang bukan $500 yang menganggur. Total dana yang Anda miliki tetap $715, lalu ada juga kemungkinan lain untuk mendapatkan uang langsung EURUSD. Apabila mungkin saat ini Anda rugi $100, karena total dana Anda sekarang $615. Sebaliknya, bila posisi Anda saat ini sedang untung $100, berarti total dana Anda ada $815. Jumlah dana yang terus berubah ini disebut dengan ekuiti dan dapat Anda pantau pergerakannya di aplikasi Ponsel MIFX Pergi atau di peron Pedagang meta.

Baik saham maupun forex sama-sama memiliki volatilitas yang tinggi. Sebenarnya leverage 1:100 dari forex, sehingga kenaikan atau penurunan harga 2% atau bisa berti kenaikan atau penurunan 200%. Oleh karena itu, forex lebih cocok digunakan untuk trading, bukan investasi jangka panjang, terutama jika modal yang Anda gunakan cenderung kecil. Untuk mengenal lebih banyak perbedaan perdagangan dan investasi, silakan Anda lanjut baca artikel ini.

Faktor penggerak harga

Karena saham adalah bagian dari perusahaan, maka harga saham selalu dipengaruhi kondisi perusahaan tersebut. Saat perusahaan melakukan perubahan yang dinilai akan meningkatkan performanya, biasanya harga saham akan meningkat. Sebaliknya, jika perusahaan mengalami masalah, biasanya harga akan turun.

Sedangkan dalam trading forex, Anda bertransaksi dengan pasangan mata uang. Maka, pergerakan harga dipengaruhi oleh kondisi negara pengguna mata uang tersebut, mulai dari kondisi ekonomi, kondisi politik, kebijakan bank sentral, kebijakan pemerintah, perang, wabah atau pandemi seperti virus corona, dan lain-lain.

Potensi keuntungan dan risiko kerugian

Anda dapat meraih potensi keuntungan dari saham dengan membeli saat harga rendah dan jual saat harga tinggi. Konsep ini bisa Anda gunakan baik dalam trading maupun investasi saham. Yang penting, Anda perlu memilih saham dengan fundamental yang baik untuk investasi, dan memilih saham yang volatil untuk diperdagangkan. Kekurangannya adalah, jika Anda terlanjur membeli saham, kemudian harganya tiba-tiba jatuh, maka dana Anda akan “nyangkut”, kecuali jika Anda bersedia menjual rugi. Jual rugi ini dikenal juga dengan istilah cut loss, yaitu kondisi di mana Anda menjual saham Anda dengan harga yang lebih rendah daripada harga beli.

Berbeda dengan saham, trading forex punya peluang trading dua arah. Anda tak perlu menunggu harga rendah untuk memulai trading forex. Saat harga rendah, Anda bisa membuka posisi Beli atau beli, lalu tutup posisi tersebut saat harga sudah tinggi. Sebaliknya, Anda bisa membuka posisi Vendi atau jual saat harga pasangan mata uang sedang tinggi, lalu tutup posisi tersebut saat harga sudah rendah. Jadi, Anda bisa meraih potensi profit dalam kondisi pasar apa pun. Namun ingat, potensi profit selalu diikuti dengan risiko kerugian, jadi pastikan manajemen risiko Anda sudah matang sebelum memulai trading forex. Pelajari dear mengelola risk trading forex by sini.

Kemiripan saham dan forex

Meski kelihatannya jauh, tapi saham dan forex juga punya banyak kemiripan, loh. Umumnya, trader atau investor saham dan forex menggunakan grafik candlestick untuk melakukan technical analysis. Keduanya juga sama-sama butuh analisis mendasar untuk mengetahui berita-berita yang mempengaruhi pergerakan harga.

Jika Anda sudah familiar dengan trading atau investasi saham, Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan indikator teknikal. Indikator-indikator yang digunakan dalam saham dan forex sebagian besar sama, seperti Moving Average, Parabolic SAR, dan lain-lain. Jadi, Anda sudah punya bekal yang lumayan untuk memulai trading forex. Namun, jika Anda belum familiar dengan indikator teknikal, Anda bisa baca lebih lanjut artikel ini. Selain itu, saham dan forex juga sama-sama punya fitur yang membantu Anda mengelola risiko dan melindungi profit, yaitu Stop Loss dan Take Profit.

Baik saham maupun forex punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika Anda sudah berpengalaman dengan forex, kemungkinan Anda akan bisa belajar forex dengan lebih mudah. Untuk Anda yang belum mengenal saham atau forex sama sekali, Anda bisa belajar trading forex dengan menonton video edukasi Akademi MIFX. Coba juga simulasi trading dengan membuka Saya Demo MIFX. Selamat mencoba trading forex!



Sumber